Pekanbaru, LATAHNEWS.COM — Kabar mengejutkan datang dari tubuh Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Purwaji, tokoh yang selama ini dikenal sebagai satu-satunya perwakilan dari Bumi Melayu Riau di jajaran Ketua PP GP Ansor, dikabarkan resmi diberhentikan dari kepengurusan.
Informasi tersebut mulai beredar pada Selasa (9/6/2026) malam. Kabar itu mencuat setelah Purwaji mengunggah sebuah status melalui akun WhatsApp pribadinya yang mengindikasikan dirinya tidak lagi menjadi bagian dari jajaran Ketua PP GP Ansor.
Pemberhentian tersebut sontak menjadi perhatian di kalangan kader dan simpatisan GP Ansor, khususnya di Provinsi Riau. Sejumlah kader mengaku terkejut dan menyayangkan keputusan tersebut karena Purwaji selama ini dinilai aktif dalam berbagai agenda organisasi.
Di kalangan internal kader, muncul berbagai pandangan terkait alasan di balik pemberhentian itu. Sebagian pihak menilai keputusan tersebut diduga berkaitan dengan sikap politik dan pandangan organisasi yang selama ini disampaikan oleh Purwaji.
Purwaji diketahui memiliki sikap yang cukup tegas dalam menyikapi persoalan yang melibatkan mantan Menteri Agama, Gus Yaqut. Ia beberapa kali menyampaikan keyakinannya bahwa mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut tidak melakukan kesalahan sebagaimana isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Dugaan bahwa sikap tersebut menjadi salah satu faktor pemberhentiannya pun mulai menjadi perbincangan di kalangan kader. Namun demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang mengaitkan keputusan organisasi dengan pandangan pribadi Purwaji terkait persoalan tersebut.
Jika melihat rekam jejak organisasinya, Purwaji yang akrab disapa Mas Pur dikenal cukup aktif dalam kegiatan GP Ansor di tingkat nasional. Selama menjabat di jajaran PP GP Ansor, ia juga dinilai tidak memiliki catatan negatif yang dapat merugikan organisasi.
Keberadaan Purwaji di struktur pusat selama ini juga dianggap sebagai representasi kader GP Ansor asal Riau di tingkat nasional. Karena itu, pemberhentiannya memunculkan beragam respons dan perhatian dari sejumlah kader di daerah.
Sejumlah kader berharap pimpinan organisasi dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar dan pertimbangan di balik keputusan tersebut agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat maupun keluarga besar GP Ansor.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pimpinan Pusat GP Ansor mengenai alasan pemberhentian Purwaji dari jajaran Ketua PP GP Ansor. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang.
Agus Nurwansyah









Discussion about this post